Sabtu, 08 Juni 2013

Pelajaran baru


Pagi ini mungkin sedikit berbeda, gak seperti biasanya. Di hari ini setelah jalan-jalan keliling kompleks bareng sama ibu kos dan mbak-mbak kos saya, kami pun sejenak untuk duduk-duduk diteras rumah sambil menikmati udara pagi. Awalnya kami hanya bercanda sedikit, mau itu membicarakan masalah pelajaran, ujian sekolah, bahkan guru. Hehe Lalu saking lamanya kami bercerita, ehh akhirnya apa yg diharapkan kena deh ... Sebenarnya gak niat mau bahas hal ini sih, tapi ibu kos saya mengerti apa yang saya maksud. Dan .... jeng-jeng, pelajaran baru pun di dapat dari ibu kos saya :D

Kata ibu kos saya ,
“ Belajar Ikhlas dan Sabar itu sulit. Memang sih kadang kita bisa sabar, tapi sebenarnya hati kita nggak ikhlas. Dan juga kita bisa ikhlas, tapi sebenarnya kita juga nggak bisa sabar dengan apa yang kita harapkan . ”

Begitu lah ceritanya, sulit dipahami memang... jika kita nggak tau apa itu artina ikhlas dan sabar. Tapi jika kita sudah mengetahui apa itu yang namanya ikhlas dan sabar, kita pasti bisa merasakan hal itu. Seperti halnya jika kita memepunyai maksud dengan orang lain, mau itu maksud tentang ini atau apa lah. Bebas.
Dalam lisan mungkin kita bisa berkata “IYA” pada mereka, walaupun dalam hati kita berkata “TIDAK”.
Nah, ini contohnya jika kita merasa sabar, walaupun hati kita sebenarnya nggak ikhlas.
Contoh lain, yang sedikit nyrempet-nyrempet pada emosi kita sekarang. Misalnya :
X : “ denger-denger kamu habis ending sama N ya ? ”
Y : “ iya ”
X : “ terus gimana sekarang ? “
Y : “ gapapa kok “
X : “ kok gapapa ? tapi masih baik-baik aja kan ? ”
Y : “ enggak ”
X : “ kenapa emang ? ada yang berubah ? ”
Y : “ tambah cuek. Dan malah nyuruh aku buat ngelupain dia ”
X : “ nah, dianya udah bisa lupain dulu ? ”
Y : “ belum sih, katanya waktu yang akan memaksa aku buat ngelupain dia . ”
X : “ terus sekarang ? udah lama kan ? perlu waktu berapa lama lagi ? ”
Y : “ aku juga gatau, kenapa ya ? gabisa lupain juga. ”

Oke, gausah diterusin. Ntar malah jadi curcol .... hihi :p
Si Y mungkin bisa berkata “iya, gapapa kok” pada X, padahal sebenarnya dalam hati dia itu jelas ada apa-apa. Tapi dia mencoba buat sabar, agar bisa menghadapi semuanya. Walaupun sebenarnya dia juga gak ikhlas, So sekedar pesan nih buat seorang “A” dalam tokoh tersebut...  :p “kalau udah ending, jangan malah dicuekin. Mungkin kamu menyuruh Y buat ngelupain kamu, tapi jikapun itu dipaksa dia juga tetap gak bisa. Dan jika kamu nggak nyuruh Y buat ngelupain kamu, seiring dengan berjalannya waktu, kamu pun tetap ada di Y. Nggak berubah ~ ”
Oke, gausa dilanjutin ya ? jadi galau dong ntar temanya. Haha :D
Itu sekedar pelajaran baru, yang temanya agak sedikit nyrempet-nyrempet pada realita.
Sekedar buat dibaca aja ya ^_^





0 komentar:

© Schreiben | Powered by Blogger